Benarkah Asmara Pembawa Maut..?

Medan | KABARBERANDA.Com – Benarkah kasus kematian anak kos di jalan Punak berlatar belakang asmara..? belum diketahui secara pasti. Yang jelas Polisi sudah bekerja membongkar misteri dibalik kematian wanita berparas cantik itu. Rubiah alias Bian asal Tanjung Pura, Desa Sungai Ular, Langkat ditemukan tewas di kamarnya di Jalan Punak No. 38, Medan Petisah, dengan kondisi leher tergorok, Rabu (4/12) kemarin.

“Kita sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), ditemukan banyak alat bukti dan meminta keterangan saksi. Kita sudah mengidentifikasi pelakunya,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto kepada Wartawan saat menghadiri acara di Hotel Emerald Garden, Medan, Kamis (5/12). Menurut Dadang, untuk sementara ini pelakunya berjumlah satu orang. Namun, Dadang tak mau berspekulasi apakah pelaku adalah pacar atau temannya.”Sejauh ini masih satu orang pelaku yang kita identifikasi. Nanti setelah ditangkap baru disampaikan,” ujarnya.

Menurut Kapolrestatabes Medan, barang bukti yang ditemukan dari hasil olah TKP salah satunya tulisan tangan pelaku yang menggunakan darah di dinding kamar kos. Akan tetapi, tidak dijelaskan secara rinci tulisan itu berisi tentang apa. “Kita temukan tulisan-tulisan tangan si pelaku di dinding, ada juga yang menggunakan darah. Itu menjadi alat bukti,” tandasnya. Dari informasi yabg berkembang korban disebut-sebut memiliki nama asli Rubiah asal Tanjung Pura, Desa Sungai Ular, Langkat. Korban kelahiran tahun 2002, anak bungsu dari lima bersaudara.

Pada akun facebook-nya, korban membuat nama Alung Harahap. Hal itu dibenarkan oleh teman kosnya, Caca. Akan tetapi, Caca mengaku tak mengetahui nama asli korban siapa. Ia hanya tahu korban sering dipanggil Bian. “Kalau asalnya saya tidak tahu dari mana, dia sering dipanggil Bian. Di akun facebook-nya, setahu kami namanya Alung Harahap,” ujar dia.

Sementara menurut Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto, korban diduga dibunuh dengan pisau kater. Sebab, ada ditemukan pisau kater di kamarnya. “Di leher korban sebelah kanan ada ditemukan bekas sayatan. Selain itu, terdapat luka memar di kening bagian atas, pipi, tangan dan kaki,”

Pelaku sendiri sempat mencuci pisau kater yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Setelah itu, membuka kaosnya dan langsung kabur menggunakan sepeda motor. “Belum bisa dipastikan siapa pelakunya namun titik terang sudah kita kantongi” cetus Kasat. Benarkah ada latar belakang cinta..? Entahlah (KB/Coks)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *