Bonyok Dipukuli Teman Sekelas, Keluarga Mustandar Bakal Tempuh Jalur Hukum

Mustandar Akbar didampingi Abang kandungnya.

Sunggal | KABARBERANDA – Mustandar Akbar (17) siswa Kls XII SMA Negeri 15 jalan Sekolah Pembangunan No 7 Sunggal Kecamatan Medan Sunggal, bonyok dipukuli teman sekelas, Kamis (19/01/23) siang.

Warga Dusun l Namosuro Baru Kecamatan Sibirubiru, Kabupaten Deliserdang jurusan MIPA 8 itu, mengalami luka berat di bagian mata kanan, bibir dan mulut koyak serta bagian dadanya terasa perih. Orang tua korban dan keluarga besarnya tak terima, kasus pidana itu bakal berujung ke Polisi.

Dari keterangan Mustandar saat berada di ruangan gawat darurat Rumah Sakit Bina Kasih Jalam TB Simatupang, Sunggal Kamis malam, ia dipukuli rekan sekelasnya Sija Barus (17) yang kebetulan sama-sama siswa di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara.

Peristiwa berdarah itu terjadi hanya persoalan sepele, bola volley yang ia mainkan mengenai salah seorang rekan Sija Barus yang kebetulan wanita.

Saat dilakukan mediasi di SMAN 15

Mustandar sudah minta maaf namun Sija Barus yang tak terima teman dekatnya itu terkena bola marah besar. Sempat terjadi adu mulut, namun pukulan Sija secepat kilat melayang. Mustandar tak membalas mengingat banyaknya kawan kawan Sija yang terkesan ingin mengeroyok Mustandar bilamana ia melawan.

Mustandar tersudut tak berkutik pasrah menerima pukulan. Usai kejadian Mustandar menghubungi keluarganya dan membawanya ke Rumah Sakit Bina Kasih.

Sebelum dibawa berobat, keluarga Mustandar membawanya ke Polsek Sunggal untuk membuat Laporan Polisi. Namun petugas menyarankan agar terlebih dahulu lakukan mediasi antara pihak sekolah, PPLP dan keluarga pelaku.

Kemudian Jumat pagi (20/01/23) Mustandar dan keluarganya mendatangi SMAN 15 untuk meminta pertanggungjawaban pelaku.

Pihak sekolah menghadirkan pelaku dan beberapa rekannya, termasuk petugas dari PPLP. Pihak sekolah dan pelaku meminta waktu untuk membicarakannya dengan orang tua pelaku yang berada di desa Paribun Tanah Karo.

“Jika sampai Jumat sore (20/01/23) tak ada etikad baik dari pihak pelaku, kami akan bawa kasus ini ke jalur hukum. Anak saya sudah bonyok dipukuli, saya tak terima, lihat mata kanannya terluka parah. Ini perbuatan jahat yang sengaja, harus diproses,” kata orang tua Mustandar geram. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *