Dana BUMDes “Raib” Warga Mengutuk Keras Pengurus Yang Tak Jujur.

Klambir Lima | KABARBERANDA – Raibnya dana BUMDes Klambir lima Kampung Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang, semakin meruncing. Dari mulai Ketua BPD, Ketua dan Bendahara BUMDes mulai pasang badan, memainkan jurus selamat. Warga semakin tak mempercayai sedikitpun keberpihakan oknum Ketua BPD Suriono alias dalam membela warga. Suriono tak menggubris laporan warga untuk mempertanyakan pertanggung jawaban kepada pengurus BUMDes. Diduga antara ketua BPD, Ketua dan Bendahara BUMDes sama sama menikmati dana BUMDes yang dikucurkan tahun 2019 lalu itu. Diduga Ada kemufakatan jahat yang mereka bangun.

Menurut Muhammad Arfiansyah yang mewakili warga Klambir lima Kapung, mereka sudah muak melihat tingkah polah Ketua BPD Suriono. Sudah tiga kali warga mengadakan pertemuan agar Suriono mendesak pengurus BUMDes segera menyampaikan laporan pertanggung jawaban penggunaan dana BUMDes sebesar Rp 150 juta. Akan tetapi Suriono cuma bisa berjanji akan menanyakannya kepada pengurus BUMDes. “Sudah tiga kali kami mintakan kepada Ketua BPD agar mendesak pengurus BUMDes. Tapi cuma janji janji doang tak ada realisasinya. Sudah tiga bulan tak juga ada Khabar. Kita menduga Ketua BPD sudah terkontaminasi dengan pengurus BUMDes, jangan jangan ada keterlibatan ketua BPD dalam mengelola dana BUMDes yang tak jelas itu. Kami sudah tidak percaya terhadap Ketua BPD, terlebih keluarganya sedang dalam masalah dengan hukum. Jika dia jujur dan bersih tentu keluhan warga yang sudah tiga kali disampaikan sudah dia apresiasi. Ini dia malah bungkam, cuma janji janji lips service, bosan kami” kata Arfiansyah kepada Wartawan Minggu (2/10/22) siang.

Menurut Arfiansyah, dana BUMDes itu diperuntukkan untuk kepentingan warga yang memili usaha kecil kecilan. Warga yang buka warung diberikan pinjaman. Sudah beberapa warung yang sudah tutup karena ketiadaan modal. Warung kak Fauzi, kak Nur, kak Adilah sudah tutup. Banyak warung warung kecil yang perlu diberikan pinjaman, mereka bisa belanja gula apabila sudah ada yang minum. Itu yang perlu diberikan pinjaman dana BUMDes. Kejam Ketua BUMDes M Ayub itu, jika ada warga yang mau minjam dia minta berkas persyaratan, begitu berkas sudah lengkap dia berjanji janji, sabar sabar dan sabar. Pinjaman tak juga diberikan. Ujung ujungnya dana BUMDes ludes entah kemana” kata Arfiansyah geram.

Menurut Arfiansyah, warga bukan lagi marah kepada mereka mereka yang seenak perut mempermainkan dana BUMDes, tapi juga sudah mengutuk keras. “Rasa benci kami sudah tak termaafkan, nanti kita bongkar siapa sosok seorang ketua BUMDes itu sebenarnya. Kami warga tau betul latar belakangnya. Dulu ada juga inventaris BUMDes sebuah sepeda motor yang dibeli dengan dana BUMDes. Khabarnya kenderaan itu entah dimana sekarang rimbanya. Betul apa tidak kami sedang menjajakinya” ujar Arfiansyah.

Ketua BUMDes M Ayub yang sudah beberapa kali berusaha dikonfirmasi di kediamannya, belum pernah bisa ditemui. Menurut tetangganya Ayub lebih sering tak di rumah, dia banyak orderan menyanyi di acara acara pesta dan kegiatan kegiatan tertentu lainnya. Sementara bendahara BUMDes Amran yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp menghindar memberi keterangan, terkesan buang badan. “Waalaikum salam saya tidak lagi bendahara BUMDes, kalau bapak ingin konfirmasi dengan ketua BUMDes saja Ahmad Ayub. Saya sudah mengundurkan diri dan diketahui oleh komisaris BUMDes yaitu bapdk Kepdes yang lama” tulis Amran menjawab pesan konfirmasi. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *