Diduga Pungli Berjamaah di Disdik Langkat Menguap. Roni Meminta Pihak Terkait Evaluasi dan Mengusut Tuntas

Langkat | KABARBERANDA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali memberikan bantuan peralatan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) ke berbagai satuan pendidikan di Indonesia.

Bantuan ini diberikan dalam rangka mendukung digitalisasi sekolah yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan di Tanah Air.

Dukungan ketersediaan peralatan TIK dengan segala sarana pendukungnya juga diharapkan dapat memperluas sumber belajar siswa dan guru, sehingga pemahaman materi dan pengembangan diri di seluruh komponen pendidikan atau stakeholder pendidikan secara sinergis dapat terus mengalami peningkatan.

Namun sayang beribu sayang bantuan dari Kementrian Pendidikan pada tahun 2022 lalu itu diduga menjadi ajang pungli oleh oknum di Dinas Pendidikan Langkat. Ada beberapa bantuan peralatan TIK yang diberikan kepada satuan pendidikan yang layak menerimanya seperti Chromebook Router Proyektor Konektor, dll.

Bantuan peralatan TIK yang diberikan kepada 52 SDN di Kabupaten Langkat diduga keras diwarnai Pungli.

Hal ini dikatakan Ketua Tim Reclasseering Indonesia Komisariat Wilayah Sumatera Utara Sukroni kepada media ini, Rabu (25/01/23) di Stabat.

Sukhroni membeberkan kalau Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat diduga kuat melakukan perbuatan melanggar hukum dimana sudah melakukan pungli berjamaah kepada Kepala Sekolah SDN di Kecamatan Salapian, Kab. Langkat.

Kata orang yang akrab disapa Roni ini, pada tanggal, 16 November 2022 lalu, saya dan Tim Investigasi telah melaksanakan Investigasi terhadap SDN Lau Tepu serta SDN Pamah Tambunan, terkait penggunaan Dana Bantuan Sekolah (BOS) TA 2022, disaat kami melaksanakan Investigasi, di sekolah tersebut, Tim Investigasi menyaksikan bahwa pihak SDN Lau Tepu, telah menerima kiriman dari Kementerian Pendidikan, berupa Peralatan TIK, yang diterima melalui pihak ketiga, yaitu PT. Samafitro, via PT. Pos Persero.

Sesuai keterangan dari Kepala Sekolah SDN Lau Tepu, bahwa sekolah kami mendapat bantuan dari Kementerian Pendidikan berupa Peralatan TIK, dan di Kecamatan Salapian, ada dua sekolah yang dapat bantuan tersebut yakni SDN Lau Tepu, dan SDN Pamah Tambunan Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat

Lebih lanjut Sukhroni mengatakan, timnya melanjutkan Investigasi terhadap SDN Pamah Tambunan, dalam wawancara dengan Kepala Sekolah SDN Pamah Tambunan, sesuai keterangan Kepala Sekolah Dasar Negeri Pamah Tambunan sebagai berikut :

1. Bahwa SD N Pamah Tambunan, telah menerima bantuan berupa Peralatan TIK dari Kementerian Pendidikan, yang diterima pada tanggal, 16 November 2022.

2. Bahwa setelah kami para kepala sekolah menerima bantuan tersebut, pihak Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) serta Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Kasi Sarpras) meminta biaya Administrasi kepada kami kepala sekolah, sebesar Rp. 1.000.000; (satu juta rupiah) per sekolah pada yang menerima bantuan tersebut. Namun dalam permintaan biaya administrasi tersebut, pihak kepala sekolah, tidak pernah menerima pemberitahuan sebelumnya, serta tidak ada tanda terima, baik dari pihak Kabid SD maupun Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, namun kami para kepala sekolah, tidak berani menolak permintaan tersebut, karena dikhawatirkan untuk permohonan bantuan berikutnya akan jadi bisa dipersulit oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.

Untuk mengetahui berapa Sekolah Dasar yang menerima bantuan tersebut, kami mengkonfirmasi Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) terkait jumlah penerima bantuan peralatan TIK itu.

Sesuai konfirmasi yang diterima dari pihak Kabid SD, bahwasanya, ada 52 Sekolah Dasar yang menerima bantuan tersebut.

Dari hasil investigasi dengan Kepala Sekolah, serta konfirmasi dari Kepala Bidang SD, Tim Investigasi menduga keras, telah terjadi tindak pidana pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh pihak Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) berinisial SP, serta Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Kasi Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat berinisial SN.

“Dari uraian tersebut diatas, pihaknya sangat berharap kepada pihak – pihak terkait seperti Pemerintah Kabupaten Langkat serta pihak penegak hukum, untuk melakukan evaluasi serta penyelidikan lebih lanjut,” harap Roni.

Sementara H. Syaiful Abdi selaku Kadis Pendidikan Langkat, menyarankan agar menanyakan hal itu langsung kepada yang bersangkutan. “Datang langsung saja adinda, maaf saya sedang diluar kota,” kata Syaiful Abdi singkat.

Untuk diketahui, Kemendikbudristek memberikan bantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada puluhan ribu sekolah di seluruh Indonesia. Bantuan yang diberikan berupa laptop, access point, konektor, layar proyektor, speaker aktif hingga internet router.(Syahrial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *