Hasil Proyek Multiyears Sumut di Sejumlah Lokasi Tak Berbobot, PT SMJ Biang Keroknya? Pejabat SDABMBK Tutup Mata

Medan | KABARBERANDA – PT SMJ yang selalu dipercaya untuk melaksanakan proyek-proyek besar dari pemerintah daerah maupun pusat ternyata tak layak lagi dipercaya.

Pasalnya, PT SMJ sebagai penyedia jasa pada proyek Multiyears Rp.2,7 triliun yang dicanangkan mantan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi ini, setiap pekerjaannya masih ditemukan banyak tidak sesuai harapan masyarakat.

Hal ini terbukti pada pemberitaan KABARBERANDA pada edisi 7 November 2023 yang menyebutkan PT. SMJ diduga melakukan pengurangan volume pada Proyek Multiyears Rp.2,7 triliun berlokasi di Kabupaten Tanah Karo. Tepatnya di simpang Tongkoh s/d Sp Sinaman.

Dari lima item pengerjaan yang diberikan kepada PT SMJ, masyarakat simpang Tongkoh s/d Sp Sinaman yang melihat langsung pengerjaan itu, merasa sangat prihatin. Hasil pengerjaan peningkatan jalan, drainase, bahu jalan, Tembok Penahan Tanah (TPT) dan Cor jembatan tidak sesuai bestek. Boleh dibilang pengerjaan sama sekali tak berkwalitas, bobrok dan memalukan.

Dugaan pencurian dalam pekerjaan seperti peningkatan jalan base A Hotmix dua lapis sepanjang 5 km dengan lebar dua tipe, 6 M dan 4.5 M dapat dilihat pada foto-foto.

Namun fakta di lapangan dengan ketebalan bervariasi, tetapi tidak ada tebalnya cor beton melebihi 18 cm. Ini jelas terlihat dalam pekerjaan bahwa PT. SMJ diduga melakukan pencurian volume pekerjaan sehingga merugikan keuangan negara.

Lain lagi dengan masyarakat menemukan pengerjaan drainase persis di depan Sekolah SD Desa Sukanalu coran sangat lunak, coran bisa dikorek dengan kayu.

TPT di Sungai Bingei Melenceng dari SOP

Selain itu tim KABARBERANDA pun menerima pengaduan dari masyarakat bahwa proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berlokasi di bibir Sungai Bingei Jln. Gatot Subroto, Kelurahan Limau Mungkur Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai dinilai melenceng dari SOP (Standar Operasional Prosedur).

Pasalnya dalam pengerjaan proyek yang terletak persis tepat di belakang rumah dinas Wali Kota Binjai itu merusak 3 rumah warga yang berada di bantaran sungai tersebut mengalami kerusakan, dikarenakan tanah bibir sungai mengalami abrasi, tergerus air hingga mengakibatkan keretakan parah pada dinding rumah warga.

Proyek yang tidak memakai plang (papan pengumuman) yang sudah merusak 3 rumah warga itu benar benar menyakitkan. Lantai dan dinding rumah mengalami retak parah dan kamar mandi rumah warga sudah ada yang roboh ke sungai.

Dari informasi yang diperoleh KABARBERANDA di lapangan menyebutkan bahwa yang mengerjakan proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berlokasi di bibir Sungai Bingei yakni PT SMJ sebagai penyedia jasa dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) Sumatera Utara yang berkantor di Jl Sakti Lubis Medan sebagai pengguna anggaran. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *