Ketua LPA Labura Sambangi Afkar Bayi Korban Mallpraktik Seorang Bidan Puskesmas Aek Kanopan

Labura | KABARBERANDA – Masih hangat dalam pembahasan masyarakat tentang Afkar bayi berusia 7 bulan yang diduga jadi korban mallpraktik oleh salah satu tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Aek Kanopan Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Sebagaimana pernah terexpos melalui postingan salah seorang penggiat media sosial.

Bahwasanya pada bulan April 2024 yang lalu Novi Dinda Sari warga Lingkungan 1 Kelurahan Aek Kanopan membawa putranya untuk menjalani imunisasi Bacille Calmette Guerin ( BCG ) di Posyandu Pulo Tarutung.

Adapun manfaat dari imunisasi dari BCG ini adalah agar anak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit tuberkolosis yang disebarkan oleh virus mycobacterium tuberkolosis.

Malang bagi Afkar, pasca di imunisasi bahunya sebelah kanan mengalami pembengkakan yang mirip daging tumbuh.
Awalnya kecil, namun seiring berjalan waktu pembengkakan tersebut semakin membesar memerah. Kondisi ini terus terjadi sampai lebih kurang dua bulan lamanya.

Merasa khawatir dan cemas akan keadaan buah hatinya Novi ibu dari afkar dan suaminya memutuskan untuk membawa bayi mereka ke salah seorang doktor spesialis anak.

Oleh doktor CHS Afkar disebut mengalami ” kecelakaan BCG ” lalu diberi obat dengan catatan jika selama seminggu tidak ada perubahan maka harus di bedah. Karena merasa kaget dan cemas usai dari dr CHS Novi pun melaporkan kondisi Afkar kepada bidan SNV tentang kondisi putranya.

Adapun SNV adalah bidan yang melakukan langsung suntikan vaksin tersebut terhadap Afkar, kemudian SNV dengan keyakinan nya melakukan tindakan dengan penyedotan terhadap pembengkakan yang di alami Afkar dengan peralatan jarum suntik. Kemudian memberinya obat dan melarang mengkonsumsi obat yang di berikan oleh dr CHS.

Meski sudah dilakukan penyedotan terhadap benjolan di bahu afkar malah bukan mendapatkan penyembuhan melainkan meradang dan menimbulkan benjolan lain di bawah ketiak Afkar.
Kemudian Novi kembali menemui SNV sang bidan untuk mempertanyakan kondisi Afkar

Bidan SNV malah menyerah dan menyarankan untuk membawa Afkar ke dr RHYU seperti melepaskan tanggung jawabnya.

Bahkan bidan SNV tidak bersedia untuk mendampingi Novi menuju klinik dr RHYU, beliau malah mengutus salah seorang kadernya untuk itu.

Namun demikian Novi pun masih legowo hatinya untuk membawa Afkar putranya ke klinik dr RHYU walau tidak di dampingi oleh bidan SNV tersebut, oleh dr RHYU Afkar ditangani dan dr RHYU berpesan kalau 3 atau 4 hari belum ada perubahan supaya dibawa kembali kepada beliau.

Untuk kedua kalinya Novi membawa afkar ke klinik dr RHYU namun bidan SNV tetap enggan untuk mendampingi dengan alasan sedang sibuk. Sampai berita ini kami terbitkan kondisi Afkar masih belum ada perubahan yang signifikan

Mendengar akan hal ini, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Labuhanbatu Utara Ardiansyah Harahap datang dan menyambangi ke rumah Novi untuk melihat langsung keadaan Afkar.(Liem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *