Diduga Sembunyikan KK dan Akte Kelahiran, Warga Minta Sekdes Klambir Lima Kampung Segera Lengser!

Klambir V Kampung | KABARBERANDA – Puluhan Kartu Keluarga, akta kelahiran ditemukan menumpuk di laci meja kerja Sekdes Klambir Lima Kampung Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang, Sumut. Dokumen penting milik warga desa itu diduga sengaja tak diberikan dengan tujuan tertentu. Tindakan yang tak layak itu membuat warga geram, oknum Sekdes M Azir diminta segera mengundurkan diri sebelum terjadi aksi demo ke kantor Bupati Deliserdang.

Rasa tak simpatik warga atas perilaku oknum Sekdes ini disampaikan perwakilan warga dari lima dusun kepada Kepala Desa Mishan di kantor desa Jumat (07/10/22).

Menurut juru bicara warga Decil dan Arfiansyah, “daftar dosa” Sekdes sudah tak lagi dapat terampuni. Selain sengaja menahan KK dan akta kelahiran warga, Sekdes juga terindikasi terlibat dalam pengelolaan BUMDes yang sampai sekarang tak dapat dipertanggung jawabkan. “Selain menahan surat penting warga ada juga tentang surat tanah warga yang ganda dan tumpang tindih. Termasuk masalah komplek perumahan yang dibekingi Sekdes. Kami warga tak menginginkan ada perangkat desa yang bekerja hanya berdasarkan suka atau tidak suka. KK dia berikan kepada warga yang dia anggap kawan, tapi bagi warga yang tak ia sukai sengaja ditahan. Kami ambil berkas berkas KK dan Akta warga ini di laci Sekdes. Sudah tahunan sengaja ia tahan, mungkin juga ada unsur politis yang ia bangun. Mengapa tak ia berdayakan Kadus setempat untuk mengantarkan KK warga, mengapa harus dia tahan, kemungkinan ada bea tebus yang dipatok. Ini perlu kita pertanyakan,” ujar Decil di hadapan Kades dan utusan warga lainnya.

Menurut Dacil, Sekdes lebih mementingkan urusan pribadi ketimbang kepentingan warga, surat warga yang tak ditebus lebih baik dibenam. “Jika keberadaan Sekdes tak segera dirotasi kami warga menduga Kades sengaja memelihara oknum yang yang “licik” semacam anak main yang bertujuan menguntungkan sang Kades. Tolong pak Kades segera bentuk pertemuan intern perangkat desa, diminta agar Sekdes segera mengundurkan diri sebelum rasa geram kami warga semakin berlarut larut. Mohon juga kiranya aparat penegak hukum periksa pak Sekdes itu, jika ada unsur pidana, baik itu dugaan keterlibatannya dalam kemufakatan jahat soal BUMDes maupun menahan nahan surat warga, tangkap dan perjarakan oknum Sekdes, kami sudah muak,” ujar Dacil dan Arfiansyah geram.

Menanggapi adanya temuan tak lazim dan tekanan agar segera merotasi Sekdes, Kades Mishan berjanji akan segera menggelar rapat intern perangkat desa. “Saya akan segera menggelar rapat intern, termasuk soal pertanggung jawaban BUMDes tahun 2019. Meskipun dugaan tidak transparannya dana BUMDes dan temuan soal KK ini bukan dimasa kepemimpinan saya, namun saya tetap mengapresiasi keluhan warga ini. Kemungkinan Senin depan akan kami gelar rapat, yang pasti di kepemimpinan saya sebagai Kades saya tak mau jika ada perangkat desa yang bekerja diluar koridor dan tidak mementingkan kepentingan warga,” ujar Mishan tegas.

Sekdes M Azir yang juga hadir dalam pertemuan itu mengaku bukan ada unsur sengaja menahan nahan KK dan surat surat warga. “Itu dokumen Negara jadi tidak bisa diwakilkan dalam penyampaiannya. Harus yang bersangkutan yang datang mengambil. Karena warga yang berkepentingan tidak datang mengambilnya jadi tersimpan dilaci saya. Itu masih banyak di laci saya, silahkan dilihat,” ujar M Ajir sambil menunjukkan tumpakan surat warga. Aneh memang. (Plong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *