Menjijikkan” Gaya Reje Dan Kaur.

Takengon | KABARBERANDA – “Menjijikkan” tingkah laku oknum  Reje Pantan Reduk Syeh Abu beserta perangkat desanya. Sudah tak disukai warganya, Wartawan juga seenaknya ia maki. Kelihatan Reje yang satu ini miskin ilmu dan adab.

Kejadian yang teramat memalukan itu dipertontonkan sang Reje kepada Wartawan Kamis 23 April 2020. Saat itu  wartawan media ini menyambangi desa Pantan Reduk untuk mengklarifikasi pemberitaan yang telah terbit terdahulu. Pemberitaan melansir tentang bobroknya kinerja aparat desa Pantan Reduk. Akan tetapi saat bertemu dengan  Syeh Abu, Wartawan bukannya dilayani untuk konfirmasi. Reje sok pintar ini malah mencaci maki dan mingintervensi wartawan. Dengan lantang Syeh Abu marah marah sambil memukul mukul meja “Kenapa tidak melaporkan dulu ke Polsek dan ke Koramil atau Kecamatan karena mereka adalah atasan kami” ujarnya dengan suara keras. Dari mulutnya muncrat ludah basi yang beraroma busuk.

Kaur Pemerintahan Aman Jeri juga ikut ikutan, kesetanan dan seperti  manusia tak bermoral ikut membentak wartawan. “Atas dasar apa anda membuat berita” sembari menyeret tangan wartawan. “Ambil kamera anda foto itu baliho informasi pengunaan ADD” ujarnya dengan nada menantang. Aman Jeri lelaki yang diyakini tak berpendidikan tinggi ini seperti mau menerkan Wartawan. Kelihatan ilmunya dangkal dan masih kelas kacangan. Wartawan paham kalau kedua pejabat desa tengik iitu bukan lawan diplomasi yang memadai. 

Pada saat tim menyambangi desa itu  7 april 2020 lalu baliho itu belum terpasang. Setelah diberitakan dengan judul masyarakat Pantan Reduk marah penjarakan Reje Syeh Abu baru lah baliho itu dibuat oleh mereka.

Salah seorang masyarakat menuturkan banyak yang salah sasaran atas pembagian bantuan PKH di kampung itu. “Hanya yang dekat dengan Reje saja yang mendapatkan bantuan. Kebanyakan saudara aparat kampung yang mendapat program PKH. Semoga sang Reje mendap laknat” ujar warga masyarakat ini.

Perlakuan memalukan lagi lagi dipertontonkan Aman Jeri saat Wartawan mengkonfirmasi kepada Ketua PKH Ruhdiana. Ketika tengah dikonfirmasi  tentang program PKH, tiba tiba sang Kaur kampungan ini memotong pembicaraan. Dengan gaya sok pintar ia mengatakan”Apa urusan kau ini masyarakat saya. Minta identitas kamu biar tau siapa kau” ungkap sang kaur dengan bergaya macam preman murahan. Karena situasi tak bersahabat, Wartawan balek kanan dan meninggalkan Reje angkuh dan Kaur kacangan. (Rahmad Muliadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *