Pemilihan Geochik Dianggap Curang, Warga Kule Demo Kantor Bupati

Gampong Kule | KABARBERANDA – Ratusan warga Gampong Kule Kecamatan Batee, Pidie, melancarkan aksi demonstrasi ke Kantor Bupati Pidie, Kamis (30/12/2021. Mereka meminta Pemkab Pidie menyelesaikan sengketa pemilihan geuchik di gampong yang dianggap curang  Pemilihan Geuchik (Kepala Desa) sudah digelar pada Selasa, 14 Desember 2021 lalu.

Takdir Alisyahbana 29 tahun.warga Gampong Kulee, mengatatakan keputusan warga melancarkan aksi ke kantor Bupati Pidie diambil setelah sebelumnya masalah dugaan permainan curang telah dilaporkan ke Kecamatan Bate, tapi tak ditanggapi. “Karena di sana tidak bisa diselesaikan, warga sepakat membawa masalah ini ke tingkat Kabupaten,” katanya.

Warga tiba di Kantor Bupati Pidie sekitar pukul 11.30 WIB. Massa yang sebagian besar terdiri dari para perempuan ini terlihat menumpangi mobil pikap. Setiba di Kantor Bupati Pidie, mereka membentangkan kertas karton yang bertuliskan berbagai macam protes mereka terkait pemilihan geuchik.

Mereka juga membentangkan bendera merah putih. Aksi mereka ini dikawal oleh puluhan personel polisi dan personel Satpol PP.

Beberapa saat kemudian, enam perwakilan warga yang melakukan aksi diminta untuk masuk ke dalam ruangan di Kantor Bupati Pidie. Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab Pidie, Al Manza meminta perwakilan warga untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Takdir Alisyahbana mengungkapkan pemilihan Geuchik di Gampong Kulee dua pekan lalu diduga penuh dengan praktik kecurangan. Panitia pemilihan keuchik diduga terlibat dalam kecurangan tersebut. “Kami menilai ada kecurangan dalam proses pemilihan. Kecurangan itu dilakukan oleh panitia pemilihan terhadap lima pemilih yang saat itu sedang sakit. Surat suara untuk lima pemilih diduga dicoblos oleh orang lain. Buktinya, lima pemilih itu sudah membuat surat pernyataan bahwa mereka tidak diberikan surat suara oleh panitia, tetapi surat suara atas nama lima orang sudah tercoblos,” ujar Takdir.

Kabag Pemerintahan, Al-Manza, mengatakan pihaknya akan mempelajari permasalahan itu terlebih dahulu. “Senin, 3 Januari 2021 nanti kita panggil semua pihak terkait untuk duduk bersama di Gampong Kulee guna menyelesaikan masalah ini. Nanti kita panggil semua, baik itu dari unsur panitia pemilihan keuchik, saksi, warga yang protes, maupun lima pemilih yang membuat surat pernyataan tidak menggunakan hak pilih mereka,” kata Al-Manza.

Terdapat dua calon dalam pemilihan geuchik di Gampong Kulee. Muhammad Ab dengan nomor urut 1 dan Nadaryadi dengan nomor urut 2. Dalam pemungutan suara yang digelar pada Selasa 14 Desember 2021 itu, Muhammad Ab meraup 498 suara, sementara Nadaryadi memperoleh 494 suara. Suara rusak dinyatakan sembilan suara. (Rahmad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *