Peringati HPN Tahun 2024. Pengurus DPW IMO-Indonesia Sumut Kunjungi HM. Yazid

Medan | KABARBERANDA – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2024, Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Media Online Indonesia Sumatera Utara (DPW IMO Indonesia Sumut) mengunjungi M Yazid, mantan kepala Biro Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara selama 22 tahun, Jumat (09/02/24) sore.

Tampak hadir dalam kunjungan tersebut, Ketua DPW IMO Indonesia Sumut, H.A Nuar Erde, Sekretaris Fajar Trihatya, Wakil Ketua, Harun Al Rasyid, Muhammad Isya, Saiful Bahri, Herlan Panggabean, Selamat Purba, dan lain-lain

Dalam kunjungan tersebut, HA Nuar Erde mengatakan bahwa program kerja DPW IMO-Indonesia Sumut ini adalah mengunjungi tokoh-tokoh pers di Sumatera Utara, dan hari ini bertepatan Hari Pers Nasional kami bersilaturahmi ke rumah Muhammad Yazid sebagai tokoh Pers Nasional serta mantan Ketua PWI Sumatera Utara.

“Selain mengenalkan para pengurus, kunjungan ini merupakan salahsatu program DPW IMO-Indonesia Sumut dengan mengunjungi tokoh-tokoh Pers Nasional seperti HM. Yazid. Sebelumnya kami sudah menjenguk H.Muhammad TWH yang sedang sakit,” ujar H.A. Nuar Erde kepada wartawan.

“Saya sebagai Ketua bersama pengurus lainnya dikukuhkan pada 07 Desember 2023 lalu di Gedung Aula Raja Inal Siregar, kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan,” kata Nuar Erde yang juga pemilik media online Pena Sumut ini.

Sementara HM. Yazid mengucapkan selamat atas berdirinya IMO-Indonesia di Provinsi Sumatera Utara dan sudah dikukuhkan pada 07 Desember 2023 lalu.

“Selamat atas berdirinya DPW IMO-Indonesia di Sumatera Utara yang diketuai H.A Nuar Erde,” ucap HM Yazid, mantan Ketua PWI Sumatera Utara ini.

Sebenarnya, lanjut Yazid, saya masih rancu. Media online ini kategorinya apa? Pers atau media online. Jadi itu akan lebih dalam lagi jika dibicarakan khusus. “Sebagai orang yang berkecimpung di dunia jurnalistik lebih 50 tahun masih membingungkan dengan sebutan media online. Anda-anda mengadakan, kami media online. Itu gak masala. Tapi masih terpisah, Pers atau media pers. Kalau anda-anda media pers itu ada syaratnya.” sebut pria yang sudah berumur 83 tahun dan mempunyai 8 Anak, 14 Cucu , 6 Cicit.

Tidak terlalu banyak berubah dari sosok wartawan senior ini. Tubuh sungguh bugar dan berjalan tetap tegak. Ingatan wartawan senior ini masih sangat kuat dan tetap aktif berkegiatan.

Yazid merupakan salah seorang pendiri Confederation of ASEAN Journalists (CAJ–Konfederasi Wartawan ASEAN) bersama mantan ketua umum PWI Pusat Sofyan Lubis.

Lebih lanjut, HM Yazid menjelaskan wartawan lahir bukan karena di buat-buat. Tapi, wartawan lahir dari rahimnya. Tak ada yang bisa diperbuat wartawan selain menulis. Karena, disitulah keistimewaan seorang wartawan. Dimana dengan tulisan wartawan akan dikenal dan dengan tulisan wartawan bisa membuat sebuah perubahan untuk negaranya.

“Wartawan saat ini sudah terlalu banyak. Namun, ketika mereka mengaku wartawan tetapi tidak bisa melakukan perubahan maka itu bukan wartawan. Sebab, wartawan bukan di buat-buat. Tapi, wartawan lahir dari rahimnya,” sebut Yazid yang mengaku tak pernah menerima uang setiap dirinya memberikan motivasi kepada wartawan.

Menurut Yazid, setiap masa tantangan untuk pers berbeda. “Tidak pernah tidak ada tantangan dari masa ke masa, mulai dari perjuangan merebut kemerdekaan, tahun 50-an banyaknya partai, masa orde lama, orde baru, sekarang tantangan yang sangat terasa adalah teknologi digital,” katanya.

Selain itu, Yazid pun mengharapkan pers terus menyajikan informasi yang dibutuhkan masyarakat. “Harapan saya, pers mari terus ikuti perkembangan zaman, terutama menghadapi masa-masa ke depan ini dimana informasi harus dirasakan sebagai kebutuhan masyarakat, terutama tentang kinerja pemerintah yang telah dilakukan,” pungkas Yazid.(Sabah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *