Perumahan Tanjung Anom Residen Runtuh

Deliserdang | KABARBERANDA – Rumah milik AIPDA Tonggo Butar Butar di komplek perumahan Tanjung Anom Residen Jln Besar Tanjung Selamat Sembahe Baru Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang, runtuh berkeping keping. Rubuhnya bangunan rumah pada pertengahan April lalu ini, mengakibatkan Tonggo Butar Butar mengalami kerugian ratusan juta rupiah, belum termasuk harta bendanya yang ikut hancur tertimpa material bangunan. Lucunya, pihak pengembang sepertinya tak bertanggung jawab.

Menurut Tonggo Butar Butar, ia membeli perumahan tipe 45 itu dengan cara cicil sejak tiga tahun lalu. Ia beli atas nama istrinya Merri Sihombing. Rumahnya persis paling pinggir dengan berbatas aliran parit yang tak terlalu lebar. Dari reruntuhan bangunan terlihat besi cor yang digunakan pengembang tidak layak digunakan untuk sebuah bangunan rumah. Besi itu berukuran 6 mm. Yang anehnya dibawah pondasi ada batang sawit yang terendam. Saat bangunan runtuh terlihat batang sawit itu berada di bawah coran pondasi.” Gila ini tukangnya batang sawit itu bukannya disingkirkan saat masang pondasi, bangunan tidak kokoh diterjang air hujan yang memenuhi aliran parit sehingga rumah saya roboh” ujar Butar Butar Senin (28/5). Menurutnya, musibah robohnya rumah itu disaat istri dan anak anaknya sedang tidak berada di rumah. ‘Kalau saja saat itu keluarga saya sedang di rumah entah bagaimana nasib mereka. Bayangkan bangunan itu roboh sekitar pukul 24.00 tengah malam. Dari bagian dapur hingga depan runtuh rata dengan tanah. Hanya tinggal setengah bagian rumah yang tersisa, itupun sudah terlihat retak. Sudah saya pertanyakan baik baik kepada pihak pengembang tapi mereka cuma bisa bantu sebesar Rp 5 juta. Jika cuma 5 juta apa yang bisa diperbuat, kerugian saya lebih Rp 100 juta, karena sudah setara dengan membangun rumah baru. Belum lagi barang barang perabot rumah yang hancur. Saya rasa pihak pengembang tak bertanggung jawab. Setidaknya mereka bantu saya setengah dari kerugian saya. Rumah itu masih dalam cicilan, jelas bangunan ini tak bermutu terlihat dari besi yang digunakan, ukuran 6 mm. Berkali kali saya telepon mereka pihak pengembang cuma bisa bantu 5 juta saja tak lebih. Terakhir kemarin saya coba hubungi mereka lagi, tapi telpon saya tak lagi mereka angkat. Jika pengembang tidak dengarkan keluhan saya, saya akan tempuh jalur hukum” ujar Tonggo yang bertugas di Sat Brimob Dasu Batalion C Sipirok ini.

Menanggapi hal ini, Safaruddin selaku pengawas Tanjung Anom Residen yang dikonfirmasi lewat WashAp Senin (18/5) siang tak menjawab pesan yang dikirim,  padahal pesan itu jelas terkirim ke HP pribadinya. (KB/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *