Proyek Fiktif Dinding Penahan Air Runtuh, Warga Terimbas, Pejabat Menari di “Lantai Dansa”

Medan | KABARBERANDA – Robohnya dinding penahan tanah pinggiran sungai di Jl. Gatot Subroto, Kelurahan Limau Mungkur, Kec. Binjai Barat, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tak mendapat perhatian serius dari pemerintah. Warga sekitar menderita dari hancurnya proyek sementara pejabat yang berwenang masih menari nari di lantai dansa.

Hingga kini proyek yang tak mempunyai papan pengumuman atau fiktif ini sudah hancur diterjang banjir dan tanah di pinggiran sungai tergerus. Akibatnya dinding dan lantai rumah warga mengalami retak-retak.

Budi, salah seorang warga yang tinggal di sekitar pinggiran sungai mengatakan bahwa pembangunan dinding penahan air sepanjang 40 meter itu belum selesai dikerjakan sudah hancur diterjang banjir.

“Proyek pembangunan dinding penahan air ini hancur sebelum selesai. Padahal kami sudah lama mengajukan permohonan untuk dibangun, sebab kalau sudah mendekati akhir tahun banjir besar akan datang,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan, ada 3 rumah warga yang terkena dampak tergerusnya tanah pinggiran sungai.

“Ada sekitar 3 rumah yang mengalami kerusakan, dan warga disini masing-masing mempunyai surat tanah dari kecamatan,” terang Budi kepada awak media, Rabu (29/11/23).

Lebih lanjut Budi mengharapkan pemerintah memperhatikan rumah warga yang mengalami retak-retak akibat tergerus tanah.

“Kami cuma minta perhatian pemerintah untuk memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan. Dan proyek dinding penahan air itu segera dituntaskan. Dikhawatirkan apabila terjadi banjir lagi, akan menelan korban jiwa dan warga pun akan mengalami kerusakan lebih parah,” harap Budi.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pihak Dinas Pemko Binjai maupun Pemprovsu yang bisa dihubungi.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *