Seminggu Air Mati, PDAM Tirtanadi Berastagi “Impoten”

Berastagi | KABARBERANDA- Lebih satu minggu air di kawasan desa Merdeka, Gongsol, Surya Indah, jalan Kolam dan kawasan Gundaling, tak mengalir. Akibatnya, warga terganggu dalam urusan mandi, mencuci, dan keperluan air lainnya. Bukan cuma keluhan yang dilontarkan warga, sumpah serapah menggema lantang, PDAM Tirtanadi cabang Berastagi dituding pembohong dan “impoten”.

Menurut warga, pelayanan PDAM sejak beberapa hari terakhir sama sekali melempem, letoy dan terkesan tak bertanggung jawab. tak ada pemberitahuan apapun, tiba tiba air mati, penderitaan akan ketiadaan air sesuatu yang lazim dan sah dah saja. Jika pun mengalir di jam jam sore, hanya menetes pelan, sekedar membasahi lubang pembuangan wastafel. Jelas, kondisi ini merusak tatanan kehidupan. ” Sudah kelewatan pihak PDAM Cabang Berastagi ini, tiap kami pertanyakan ke kantornya jawabnya cuma singkat singkat. Mereka cuma bilang karena faktor alam dan situasi memang kondisi mata air lagi menurun debetnya. Mana kami paham soal itu, kami cuma butuh alirkan air ke rumah kami, kami sudah susah dan tak butuh alasan alasan klasik” ujar Iwan warga desa Gongsol Kamis (9/7) kemarin. Warga jalan Kolam Berastagi juga seirama dengan Iwan, mereka menuntut tanggung jawab Kacab PDAM Berastagi untuk segera turun ke lokasi lakasi yang minus air, atau segera berikan suplai air dengan mobil tangki sebelum warga marah dan mendatangi kantor PDAM Berastagi secara beramai ramai. Meski pihak PDAM belum memberikan keterangan pasti apa penyebab matinya air, namun menurut khabar yang berkembang, ada penutupan saluran pipa mata air yang berlokasi di Desa Merdeka. Penutupan pipa mata air yang diduga dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab itu karena ada ketidak harmonisan antara PDAM Berastagi dengan pemangku jabatan di desa Merdeka. Info ini belum terakurasi tingkat kebenarannya, mengingat Kacab PDAM Berastagi Ahmad Taufik Siregar belum berhasil ditemui, HP pribadinya juga tak aktif. Kades Merdeka dan perangkatnya juga belum terkonfirmasi. Apa memang benar ada penutupan pipa mata air di desa Merdeka yang sengaja dilakukan ?, KABARBERANDA akan menelusurinya. (Coks/SS)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *