SIM, Antara Realita Dan Kepalsuan

SIM yang diduga palsu

Medan | KABARBERANDA – Realita pahit dialami Arif Maulana (27) warga jalan Sunggal no 345 Lingkungan VIII Kecamatan Sunggal Deliserdang ini. Uangnya senilai 2 juta bea pengurusan SIM (Surat Izin Mengemudi) jenis B1 Umum hilang percuma karena SIM yang ia peroleh ternyata palsu.

Menurut Arif yang didampingi orang tuanya Mahmuddin di kediamannya Selasa malam (25/2), ia mengurus SIM pada tahun 2018 di kantor Lantas jln Adinegoro Medan. SIM dikeluarkan pada tanggal 27 Nopember 2018 berlaku hingga 17 Oktober 2023. SIM ditandatangi oleh Kasat lantas AKBP Juliani Prihartini SIK MH yang saat ini menjabat Kapolres Sidempuan. Arif yang berprofesi sebagai sopir ini mengalami razia saat melintas di daerah Aek Kanopan pada Senin (24/2). Polisi yang memeriksa kelengkapan surat suratnya menyatakan bahwa SIM miliknya adalah palsu. Diketahui palsu setelah petugas itu mengupas logo bagian kanan atas SIM tempat katagori jenis SIM. Huruf B1 nya terkelupas. Arif akhirnya dikenakan surat tilang dan tidak lagi diperkenankan untuk membawa kendaraannya. 

Menurut Arif, ia mengurus SIM melalui salah seorang wanita yang ia temui di kantor Lantas Adinegoro Medan berinisial Mul. Dari Mul ia disuruh mengurus sartifikat ke jalan Bilal sebagai syarat pengurusan SIM.

Persyaratan selesai, dengan membayar 2 juta kepada Mul SIM B1 pun selesai. Awalnya Arif tak mengetahui SIM nya palsu jika saja ia tak kena razia. Disaat razia itu Arif sempat menelpon Mul yang mengabarkan kalau SIM nya palsu. Tetapi Mul malah menyalahkan Arif yang menuduhnya tak pandai menghadapi petugas. Namun saat itu Mul bersedia mengembalikan bea pengurusan SIM senilai 2 juta melalui rekening teman Arif sesama sopir, dan berpesan kembalikan SIM itu ke Mul.

Mul yang dikonfirmasi KABARBERANDA Selasa sore (25/2) via pesan Washaap tidak membantah saat dipertanyakan masal SIM yang diperbuat Arif melalui dirinya. ” Selamat sore pak, Ini masalah nya sdh selesai pak boleh telp nara sumber bpk, Saya mohon pak dgn dua puluh jari saya cari makan utk anak saya, Mau buka puasa gk bs nelen nasi baca wa bpk sungguh menyesal saya membantu pengurusan sim nya, Ya hidup ini harus dijalani pak mungkin ini hikmah bagi say terima kasih byk pak”. Demikian tulis Mul membalas pesan konfirmasi. Ada dugaan Mul tidak bekerja sendiri. Siapa oknum oknum yang terlibat di belakang Mul akan KABARBERANDA investigasi secara akurat.

Kasat Lantas Polrestabes Medan Kompol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq yang berusaha dikonfirmasi belum berhasil ditemui. (KB/Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *